Salah Satu Tersohor Anggota DPRD Kota Bekasi, Dapat Kue Besar Dari Hasil Musrenbang

Jajaran Pejabat Kecamatan dan Kelurahan yang mengikuti Musrenbang Kota Bekasi 2017

Mataindonesianews.com, Bekasi- Asep Apriyanto, Ketua Forum Mahasiswa Bekasi (FORMABES), Mengkritisi hasil musrenbang pada hari Kamis (16/03) kemarin. Pasalnya dalam rekap usulan DPRD Kota Bekasi sangat mencuriga kan, telah muncul nilai angka kegiatan yang sangat fantastis. Dari empat puluh sembilan Anggota DPRD Kota Bekasi, angka pagu yang didapat Tumpak Sidabutar mencapai Rp. 402.900.000.000,- (Empat Ratus Dua Miliar Sembilan Ratus Juta Rupiah), angka tersebut menurut Asep Sangat Besar, Jum’at (17/03).

Rekap Usulan DPRD Kota Bekasi Dalam E-Planning

Pada dasarnya DPRD memang meliliki fungsi buggedting atau penganggaran dan mempunyai hak penuh dalam pengusulan aspirasi masyarakat, khususnya masyarakat Kota Bekasi. Akan tetapi, dari hasil Analisa Asep pengagaran usulan itu melebihi batas kewajaran. Asep meyakini bahwa adanya bergening politik di tingkatan politisi khairil Anwar.

“Saya menilai, angka yang mencapai ratusan Miliar an itu sangat tidak realistis. Karena baru di tahun ini nilai untuk kegiatan aspirasi anggota DPRD sangat Wow, disisi lain saya menduga adanya permainan politik anggaran yang di lakukan anggota DPRD Kota Bekasi menjelang pilkada dan pileg, karena hasil musrenbang tahun 2017 akan dilaksakan pada tahun 2018,” kata Asep.

Lebih jauh Asep memaparkan, dasar perencanaan aspirasi mulai dari tingkat kelurahan sampai tingkat kota. Ia mengulas peristiwa tahun lalu pada saat, penetapan APBD 2017 pada tahun 2016 telah terjadi silang pendapat. Bahkan beberapa fraksi tidak mengikuti rapat paripurna penetapan anggaran APBD 2017, bahkan tidak dihadiri ketua DPRD Kota Bekasi.

“Kecurigaan kami, ada pembagian kue APBD untuk pengamanan golongan-golongan tertentu, seperti kita ketahui sama sama bawasanya tahun lalu terjadi kisruh dalam penetapan APBD 2017. Karena ada bebrapa fraksi yang wallkout, dalam penetapan APBD disamping itu ketua DPRD tidak menghadiri. Kami melihat disini ada bargening politik yang dilakukan elit politisi Khairil Anwar, walaupun kami tahu perencanaa pembangunan itu harus berdasarkan hasil musrenbang dari tingkatan kelurahan dan kota,”jelasnya Ketua FORMABES.

Sambung Mulyadi, Ketua Aliansi Pemuda Peduli Bangsa . Mengatakan hasil musrenbang tahun ini sangat dasyat, tingkat kepedulian DPRD Kota Bekasi kepada masyarakat sangat lah tinggi. dengan munculnya angka-angka aspirasi yang sangat besar.

“Saya mengharapkan dengan angka yang sangat besar itu, tidak disalah gunakan Serta lebih mengutamakan kepentingan masyarakat Dari pada golongan, setidaknya anggota DPRD harus menjalankan fungsi controling terhadap pemerintah kota bekasi jangan sampai tugas dan fungsi sebagai legislatif tumpul,” jelasnya

Bercermin pada kejadian kasus bangunan liar (bangli), Mulyadi mengingat kan bahwa kasus tersebut tidak sampai selesai. ia berharap besarnya nilai aspirasi tidak melumpuh kan kinerja anggota dewan Kota Bekasi.

“Masih terbayang di pikiran kami, kasus bangli yang di advokasi langsung anggota DPRD kandas ditengah jalan. Kami beranggapan bawasannya budget yang besar ini akan membuat anggota DPRD melupakan fungsi controlingnya terhadap pemerintah kota bekasi. Lantaran sudah mendapatkan kue aspirasi APBD, kami meminta kepada bappeda untuk mempublis secara transparan semua kegiatan-kegiatan aspirasi anggota DPRD. Serta meminta kepada kejaksaan negeri bekasi Untuk mengawasi jalannya pelaksanaan anggaran kegiatan tersebut,” tegasnya (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *