Lima Anggota Dewan, Diduga Gratifikasi Proyek Aspirasi

Mataindonesianews,com. Bekasi – Karda Wiranata, Ketua DPC PDI-P Krawang melayangkan surat ke Ketua DPC PDI-P Kota Bekasi, Untuk menyikapi ke lima Anggota Dewan Kota Bekasi dari Fraksi PDI-P. Dalam isi surat tertulis nama Tumay Ketua Dewan DPRD, Renol Anggota Dewan, Diman Anggota Dewan, Anim Anggota Dewan, Ibu Emi Anggota Dewan. Meminta sergera, mengembalikan uang yang diterima, sebesar Rp 325. 000.000- (Tiga Ratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah), Renol meminjam uang dari Karda dengan menjanjikan jaminan berupa proyek aspirasi, Kamis (28/09).
Ketua Aliansi Forum Independent (AFI), Rici Ramdani menduga, kelima Anggota Dewan yang nama nya tertulis terindikasi “Gratifikasi”. Menurutnya sangat tidak wajar proyek aspirasi di jadikan jamianan untuk meminjam uang. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan penjelasannya mendefinisikan, gratifikasi sebagai pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat atau diskon, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.
“Dari hasil kajian kami, kasus peminjam uang dengan menjaminkan proyek apsirasi. Kami menduga adanya gratifikasi. Meski pun ini persoalan hutang piutang, sangat lah tidak pantas wakil rakyat mengadaikan haq rakyat,” tegasnya Rici Ramdani.
Rici Rahmdani, meminta kepada lembaga hukum untuk meyelidiki kasus dugaan tersebut sampai tuntas, dirinya mengatakan, jika tidak ada respon dari pihak hukum, Ia (Rici Ramdani) akan mengelar aksi di depan gedung DPRD Kota Bekasi dan gedung Kejaksaan Negri Kota Bekasi.
“Jika apa yang kami sampai kan di media masa tidak di respon dengan serius, makan kami akan demo di depan Kantor Dewan dan Kejaksaan Kota Bekasi, kami menuntu agar pihak lebaga hukum untuk menangkap ke lima Anggota Dewan dari Fraksi PDI-P,” jelas nya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *