Hartika Advertising : Tidak Ada Niat Menghilangkan Nilai Sejarah

Mataindonesianews.com, Bekasi – Kontroversi LED Videotron yang menutupi view Tugu/Monumen Bambu Runcing menuai kritikan dan reaksi dari beberapa kalangan tokoh masyarakat, hingga melakukan aksi unjuk rasa menolak adanya LED Videotron berukuran 3mx2m yang berdiri di lokasi Jl. A. Yani (perempatan BCP), bahkan salah satu Bakal Calon Walikota Bekasi, Anggawira menginisasi membuat petisi pembongkaran LED Videotron, Sabtu (23/09).

Yogi Kurniawan Muntako, Putra dari pasangan Alm. H. Muntako & Ibu Hj. Harty Muntako (pemilik Hartika Advertising), angkat bicara soal isu tersebut. Dia meyakini bahwa Ibunda’nya ataupun pihak Management Hartika Advertising tidak akan mungkin mendirikan LED Videotron tanpa ada restu atau izin dari Pemerintah, disamping itu dia juga yakin Ibunda’nya tidak memiliki niat atau maksud untuk menghalangi Tugu/Monumen tersebut, apalagi menghilangkan nilai sejarah. Dia (Yogi K. Muntako) meminta kepada pihak yang mengkritisi agar mau ber-Silaturahmi, dan duduk bersama untuk menyampaikan kritik yang membangun dan memberikan masukan-masukan positif dalam mencari solusi terbaik.

“Sebaik’nya kita hentikan semua perdebatan ini yang menurut saya terlalu mendiskreditkan bahkan telah menyatakan tuduhan kepada Pemerintah & juga Ibu saya dengan statement-statement yg negatif. Sekarang bukan waktunya lagi kita menjelekkan ataupun memojokkan suatu pihak, tetapi mari kita ber-silaturahmi, duduk bareng dan musyawarah. Kita sama-sama orang Bekasi, saya juga asli Bekasi begitupun Bapak Walikota kita. Jadi seharus’nya kita bisa saling mengingatkan dengan cara yang baik dan saling mendukung.”

Lebih jauh Yogi menjelaskan bahwa diri’nya telah menghadap langsung kepada Bapak Walikota & memberikan penjelasan tentang program-program yang telah direncanakan oleh pihak Hartika Advertising dalam melakukan revitalisasi dan perbaikan fisik dari Tugu/Monumen dimaksud, memperindah lingkungan sekitar area Tugu/Monumen dengan program Landscaping, juga program Promosi Sejarah dan Budaya Bekasi dengan memanfaatkan fasilitas LED Videotron milik Hartika Advertising sebagai CSR atau kontribusi dari perusahaan untuk Pemerintah dan Masyarakat Bekasi pada umum’nya.

“Sebelum Bapak Walikota berangkat keluar negeri, saya sudah menghadap langsung dan memberikan penjelasan kepada Beliau tentang beberapa program kami. Respon Beliau sangat baik dan mendukung, lalu Beliau memberikan amanat kepada saya untuk menjalankan program-program tersebut dengan bekerjasama dengan Dinas terkait, Masyarakat, dan stakeholders. Bahkan Pak Walikota sempat menceritakan sedikit tentang Sejarah Kota Bekasi, dan memberikan nasehat yang baik untuk saya sebagai Generasi Muda Bekasi. Sehingga saya bisa bilang, Bapak Walikota kita memiliki pemikiran yang visioner dan Out of The Box, juga kepedulian untuk kemajuan Kota Bekasi. Lalu ke’esokan hari’nya saya langsung berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Dinas terkait, Dewan Kesenian Bekasi, dan beberapa pihak lain untuk memohon bantuan dan kerjasama’nya. Alhamdulillah semua’nya bersedia membantu dalam mencari solusi terbaik.”

Yogi juga menginformasikan bahwa untuk melaksanakan program-program yang baik tersebut, pihak’nya telah membuat MoU dengan Dewan Kesenian Bekasi.

“Jadi pihak Dewan Kesenian Bekasi pun telah bersedia untuk bekerjasama dan membantu dalam memberikan masukan, juga sumbangsih tenaga dan pikiran untuk me-revitalisasi Tugu atau Monumen tersebut agar nilai Sejarah dan Budaya’nya dapat terangkat kembali dan melaksanakan program Landscaping agar suasana di sekitar Tugu/Monumen lebih indah dan lebih enak dilihat. Yang tidak kalah penting yaitu kita juga akan melakukan program Promosi Sejarah dan Budaya Bekasi melalui media LED Videotron. Kita akan menampilkan foto/gambar para Pejuang Kemerdekaan khusus’nya yang berasal dari Bekasi, di sisi lain kita juga akan menampilkan foto/video Sejarah Perjuangan dan objek-objek wisata Sejarah dan Budaya khusus’nya yang ada di Kota Bekasi. Nanti itu semua materi’nya dibantu dari Dewan Kesenian Bekasi.”

Menurut Yogi, dengan ada’nya reaksi dari Masyarakat, dia berpendapat bahwa momentum ini sangat baik untuk kita agar lebih antusias dan peduli terhadap Tugu/Monumen yang memiliki nilai Sejarah dan Budaya Bekasi. Sebagai insan Pemuda asli Bekasi, dia juga merasa di’ingatkan kembali atas Sejarah dan Budaya leluhur’nya sendiri.

“Kalau tidak ada kejadian ini mungkin masih ada Masyarakat yang tidak tahu bahwa ada Tugu/Monumen di lokasi itu ataupun nilai Sejarah yang dimiliki’nya.” tutup’nya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *