HMI Walisongo Adakan, Penggalangan Dana Untuk Rohingya

Seorang pembeli tampak sedang melilih jajanan tradisional, yang dijajakan kader HMI Korkom Walisongo Semarang, Minggu (08/9).

 

Mataindonesianews.com, Semarang – Aksi solidaritas untuk korban kekerasan yang menimpa Etnis Rohingya di Miyanmar terus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya dari kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Walisongo Semarang. Dengan menjunjung beberapa kardus yang bertuliskan #Save Rohingya, Kohati Walisongo Peduli, kader HMI Walisongo mengadakan sebuah aksi penggalangan dana dalam kegiatan car free day (CFD) di Simpang Lima Semarang, Minggu (8/10).
Selain itu, kader HMI Walisongo juga menjajakan berbagai jenis minuman dingin dan jajanan tradisional. Cara ini diharapkan mampu menghapus stigma bahwa kader HMI tak hanya bisa meminta sumbangan saja, akan tetapi juga mampu mengumpulkan koin-koin peduli dengan cara yang lebih layak. Keuntungan dari hasil jualan yang diperoleh akan digabungkan dengan uang yang didapatkan secara sukarela dari masyarakat. Dan nantinya akan didonasikan untuk pengungsi Rohingya.
Menurut Ida Ariyani, selaku Koordinator Aksi, aksi penggalangan dana ini merupakan acara puncak dari perayaan Milad Kohati yang ke-51. Selanjutnya, aksi penggalangan dana ini juga akan dilakukan kembali Minggu depan di tempat yang sama.
“Sebagai seorang Muslimah, hati saya terasa ternyuh dengan segala kebengisan yang menimpa masyarakat Muslimah. Untuk itu, dengan semangat Kohati, saya dan teman-teman dari HMI Korkom Walisongo Semarang ingin memberikan sedikit sumbangsih untuk meringankan beban saudara-saudara saya di Rohingya,” ucap Ida Ariyani yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kohati Korkom Walisongo Semarang kepada Wartawan korkomwalisongo.com.
“Ini merupakan puncak dari serangkaian acara yang kami adakan untuk memperingati Milad Kohati. Nantinya, kegiatan ini akan kami tutup dengan do’a bersama untuk Muslim Rohingya yang juga akan diselingi dengan kegiatan Kotak Amal Untuk Rohingya, Dari Walisongo Untuk Rohingya”, ucap aktivis cantik kelahiran pati ini.
Aksi penggalangan dana ini mendapatkan tanggapan yang positif dari masyarakat yang ikut dalam CFD. Selain memuji aksi solidaritas kader HMI Walisongo, masyarakat juga mengapresiasi cara penggalangan dana yang dilakukan oleh kader HMI Walisongo Semarang.
“Saya salut dengan teman-teman HMI, Mas. Selain dengan mengumpulkan donasi dengan meminta sumbangan dengan kardus-kardus amal, teman-teman juga melakukan pendekatan yang menurut saya luar biasa. Saya salut, Mas. Teman-teman HMI Walisongo memang luar biasa,” ucap Agus Susilo.
Mahasiswa semester 3 di salah satu universitas swasta di Semarang ini juga menambahkan bahwa kreatifitas penggalangan dana ini perlu ditiru oleh relawan-relawan lainnya agar tidak memunculkan tanggapan negatif dari masyarakat.
“Harusnya cara ini juga ditiru oleh relawan-relawan lainnya, Mas. Selain lebih terkesan layak dan tidak “memalukan”, cara ini juga bisa memupuk semangat intrerprener teman-teman,” pungkasnya. (Arif Rohman/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *